Bagian Bagian Televisi Tabung

Bagian Bagian Televisi Tabung – Kita sering mengenal istilah istilah tentang bagian bagian TV tabung yang ada di internet tapi tidak tahu letaknya ada di mana. Bagi yang sering memperbaiki TV pasti sudah paham tentang lelak dari setiap bagian TV. Tetapi sebagai pemula istilah dan letak pasti masih bingung.

Nah berhubung konten tentang seperti itu belum banyak di internet maka dari itu. Pada artikel kali ini teknowarta akan membahas tentang Bagian Bagian TV Tabung. Walapun tidak secara tuntas karena setiap merk TV mempunyai komponen yang berbeda beda.

Supaya lebih jelas silahkan simak ulasan berikut ini.

Bagian bagian TV tabung

Program Dan Memory

Bagian Bagian Televisi Tabung yang pertama yaitu Program merupakan rangkaian mengendalikan semua setting gambar, contohnya seperti channel, volume, brightness, kontras, warna dan lain lain. Semua gambar diatur dan dikendalikan oleh rangkaian IC program ini. Lalu semua data akan disimpan pada IC memori. Tegangan yang dibutuhkan IC program dan memori yaitu 5Volt.

Regulator

Bagian Bagian Televisi Tabung selanjutnya yaitu Regulator atau powersupply atau adaptor yang ada di mesin TV memakai sistem AC matic. Maksudnnya AC matic yaitu tidak memakai trafo stepdown atau penurun tegangan AC. Tetapi memakai dioda dengan tegangan tinggi untuk penyearah dan kondensator elco. Kemudian untuk membagikan tegangan memakai trafo coper. Sedangkan pada penguat regulator memakai transistor atau STR sistem AC matic dengan tegangan yang lebih bagus dan stabil. Tugas utama dari regulator yaitu mengeluarkan tegangan 110V untuk menyuplay flyback.

Selain tegangan 110V regulator juga menyuplay tegangan sebesar 12V untuk IC osilator, tuner, dan lain lain. Kemudian ada juga tegangan 5V yang dibutuhkan IC program. Tegangan 5V juga tugas utama dari regulator. Jadi jika TV mengalami mati total, langkah awal yang harus kamu lakukan yaitu memerikasa tegangan dari regulator yang 110V, 12V, dan 5V. Ketiga tegangan tersebut adalah sumber paling utama pada TV. Jika ketiga tegangan tersebut ternyata normal tetapi TV masih mati, coba periksa pada tegangan output dari trafo keluar atau tidak. Jika tidak keluar berarti terdapat masalah pada bagian osilator.

Blok RGB (Penguat Akhir Warna)

Selanjutnya Bagian Bagian Televisi Tabung yaitu Blok RGB merupakan rangkaian penguat pada akhir warna. Tegangan pada rangkaia RGB sebesar 180V DC. Pada rangkaian RGB model lama terdapat beberapa trimpot untuk mengatur warna. Sedangkan pada TV model terbaru sudah memakai program yang disebut dengan “Servis Mode”. Pada rangkai blok RGB terdapat beberapa teganga seperti Tegangan Heater (H), Tegangan Katoda Biru (KH). Tegangan Katoda Hijau (KG), Tegangan Katoda Merah (KR), Tegangan Screen, dan Tegangan Fokus. Masing masing tegangan diberikan kepada katoda tabung lewat soket yang disebut CRT. Tegangan masing masing katoda yaitu:

  • Heater: 6VoltAC
  • KB, KR, KG: 90–125VoltDC
  • Screen: 250–500VoltDC
  • Fokus: 3000VoltDC

Tuner

Tuner berfungsi sebagai penangkap sinyal gambar dan suara dari pemancar. Didalam tuner terdapat 3 bagian yaitu RF, osilator, dan mixer. Osilator fungsinya untuk membangkitkan frekuensi. Tetapi sebenarnya yang berfungsi untuk menangkap sinyal gambar dan suara yaitu RF. Selanjutnya diteruskan ke mixer. Mixer kemudian menghasilkan frekuensi baru, dan memfilternya menjadi 2 frekuensi yaitu 38,9 MHZ dan 33,4 MHZ. Frekuensi 38,9 MHZ yaitu frekuensi pembawa gambar, sedangkan frekuensi 33,4 MHZ adalah pembawa suara. Kemudian kedua frekuensi tersebut di teruskan ka penguat video IF.

Vertical Output

Vertikal output merupkan penguat vertical pada bagian vertical output. Tegangan B+ dan output vertical ini yaitu 24V. Kemudian tegangan output yang menuju defleksi yaitu 12 -16 Volt DC. Jika menemukan TV yang hanya memunculkan garis mendatar, coba periksa tegangan output vertical yang menuju defleksi ada atau tidak. Tegangan seharusnya dibawah 20 yaitu 12 – 16 Volt, jika tegangan lebih dari 20V maka layar hanya akan memperlihatkan garis mendatar. Jika tegangan output tidak ada sama sekali coba ukur tegangan B+ 24V ada atau tidak.

Jika gambar kurang lebar atas atau bawah, coba periksa kondensator atau elco bagian output sudah kering. Selain elco, periksa juga resistor atau langsung ganti resistor dengan yang baru. Periksa juga tripot V-Size dan V Line yang fungsi untuk mengatur lebar gambar atas bawah pada TV keluaran lama. Trimpot ini sering mengalami kerusakan. Sedangkan pada TV keluaran terbaru, buka dulu servise mode dengan memakai remot dan tombol TV kadang berubah setingan.

Driver Horisontal

Driver horizontal merupakan penguat osilator horizontal, driver horizontal terdi atas 2 komponen yaitu transistor dan trafo IT. Transistor yang dipakai driver horizontal yaitu yang berjenis NPN dengan kode C atau D. Tegangan Basis transistor ini berasal dari IC osilator yang tertulis H-OUT sebesar 2V. Sedangkan tegangan kolektor sebesar 50V yang berasal dari B+ 110V lewar resistor.

Tegangan kolektor ini merupakan input untuk trafo IT kemudian output IT menjadi teganga AC sebesar 0,5 2V. Teganga AC ini merupakan kunci untuk mengetahui mesin TV hidup atau belum. Tegangan ini kemudian ke Basis Transistor output horizontal yang membangkitkan flyback.

Flyback

Flyback merupakan sebuah kumparan yang fungsinya untuk membangkitkan tegangan tinggi sebesar 20.000 sampai 25.000 Volt yang diberikan kepada anoda tabung. Flyback bisa bekerja dengan adanya tegangan sebesar 110V dan sinyal dari rangkaian horizontal. Flyback mempunyai 3 kable yaitu kabel yang menyalurkan tegangan 25.000V, kabel fokus, dan kabel screen.

Ciri ciri Flyback Rusak

Secara fisik:

  1. Terlihat pecah atau retak pada bodinya.
  2. Flyback tercium bau terbakar atau bodinya mengeluarkan asap.
  3. Bodi flyback mengeluarkan api biru . Yang artinya flyback mengalami kebocoran dan harus diganti.

Secara nonfisik:

  1. TV dihidupkan baru beberapa menit Transistor horizontal sudah panas. Hal ini terdapat 2 kemungkinan yang rusak yaitu flyback atau defleksi yoke.
  2. Tegangan B+ 110V mengalami short , padahal semua komponen regulator tegangannya normal. Baik primer atau sekunder.

Osilator (Pembangkit Frekuensi)

Osilator merupkat komponen pembangkit frekuensi atau sinyal osilator horizontal dan vertical. Tugas dari osilator horizontal yaitu untuk membangkitkan sinyal horizontal sebesar 15,625 KHz. Dan osilator vertical bertugas untuk membangkitkan sinyal vertical sebesar 50Hz.

Jika dibandingkan sinyal horizontal lebih besar daripada vertical. Karena sinyal horizontal dipakai untuk membangkitkan flyback. Sehingga supaya flyback bisa bekerja mengharuskan adanya tegangan 110Volt DC yang berasal dari regulator dan sinyal dari osilator horizontal. Jika salah satunya tidak normal akan membuat flyback tidak bisa bekerja yang membuat TV mengalami mati total. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa mesin TV bisa hidup dengan adanya tegangan 110V dan sinyal horizontal.

Walaupun bagian lain belum normal, contohnya vrtikal yang mati atau chroma mengalami masalah. Tetapi mesin TV sudah bisa hidup walaupun layarnya gelap atau tidak ada gambar yang muncul. Karena itulah bagian regulator dan horizontal dari mesin TV yang harus hidup terlebih dahulu. Untuk TV keluaran tahun 2000an keatas karena banyaknya  protek jika salah satu bagian TV tidak bekerja, otomatis mesin TV akan mengalami protek atau hanya lampu indikator yang menyala. Jadi jika memperbaiki TV yang proteknya banyak lebih sulit dan membutuhkan ketelitian.

Output Horizontal

Output Horizontal disebut juga dengan panel horizontal merupakan lanjutan dari driver horizontal yang membangkitkan flyback. Tegangan yang di keluarkan driver horizontal akan diteruskan ke output ini yaitu ke Basis Transistor panel. Selain untuk membangkitkan flyback, juga berfungsi  untuk output ke defleksi.

Penguat Video

Penguat video merupakan bagian yang fungsinya untuk menguatkan video. Bagian penguat video sebenarnya terdiri atas 3 bagian yaitu video IF, Video dektektor dan video driver. Masing masing mempunyai fungsinya sendiri sendiri. Seperti berikut ini:

Video IF (Intermediate Frequency), berfungsi untuk menguatkan sinyal sinyal yang diterima dari mixer, yang kemudian diteruskan ke video detektor.

Video detektor, berfungsi untuk mendeteksisi sinyal gambar dan suara yang kemudian diteruskan ke video driver. Sinyal yang membawa gambar akan dideteksi sampai sinyal pembawa gambar keluar yang frekuensinya 15KHZ sampai 5MHZ. Sinyal yang membawa suara dideteksi sampai keluarnya sinyal pembawa suara baru yaitu 5,5 MHZ(FM). Video driver fungsinya untuk memisahkan sinyal pembawa suara, gambar dan sincronisasi. Sinyal gambar kemudian diteruskan ke video output. Dan sinyal suara diteruskan ke sound IF amplifier.

ABL

ABL atau Automatic Brightness Level) adalah rangkaian yang fungsinya untuk mengatur brightness atau Cahaya secara otomatis. Ciri-ciri rangkaian ABL yaitu salah satu jalur yang ke kaki flyback langsung diberikan kapasitor milar ke Ground. Mempunyai resistor 2 sampai 3 buah yang disambung secara seri. nilainya antara 68K smpai 150K dari B+110V.

Audio Output

Audio output merupakan bagian penguat suara yang tugasnya untuk menguatkan suara atau mengeraskan suara. dan biasanya Audio output memakai komponen IC, ada yang stereo dan ada juga yang mono.

Chroma atau Matrix (Pembangkit Warna)

Chroma atau juga disebut dengan Matrix merupakan rangkaian yang berfungis untuk membangkitkan warna. Rangkaian RGB juga merupakan bagian dari chroma. Chroma mempunyai bentuk yang seperti IC. Di TV keluaran lama bagian chroma, osilator, dan IF mempunyai IC nya sendiri sendiri atau terpisah. Sedangkan pada TV keluaran terbaru sudah dijadikan satu dalam IC. Chroma juga membangkitkan warna yang diproses pada IC. Sedangkan RGB out merupakan hasil dari chroma yang diberikan ke semua penguat akhir BlokRGB.

Tegangan RGB out dari IC ini yaitu 4 Volt DC. Jika output dari IC ini tidak ada akan membuat warna tidak akan muncul atau layar bisa gelap.

Defleksi (Yoke)

Defleksi atau yoke merupakan lilitan kawat tembaga yang fungsinya untuk membuka layar secara vertikal dan horizontal. Jadi defleksi ini terdiri atas 2 macam lilitan yaitu vertikal dan horizontal. Kawat vertikal berada di luar dan kawat horizontal berada didalam. Kawat horizontal merupakan yang sering terbakar dan bisa mengakibatkan transistor horizontal mati. Yoke yang terbakar akan mengakibatkan lebar gambar kanan dan kiri berkurang. Jika defleksi sudah terbakar langsung saja ganti dengan yang baru karena sudah tidak bisa dipakai. Jika terus dipakai akan merusak rangkaian horizontal terutama pada dibagian output.

Bila ingin mengganti yoke yang pertama harus diperhatikan yaitu hambatan kawat horizontal sebesar 1 sampai 2ohm. Karena jika hambatan horizontal selisihnya lebih besar, akan membuat lebar gambar kanan dan kiri berkurang banyak dan juga akan sulit untuk diakali juga. Hambatan kawat pada vertikal di antara 16 sampai 20ohm. Untuk kawat vertikal selisih juga jangan banya. Jika terpaksa tidak ada yang mendekati dengan hambatan yang asli tidak masalah, karena vertikal masih bisa kita diakali. Tetapi lebih baik hambatannya mendekati dengan yang asli. Supaya tidak sulit dalam menyetting layar. Untuk menentukan pin vertikal dan horizontal, pin vertikal berada didepan dan pin horizontal berada dibelakang gulungan kawat yang lebih banyak.

Degaussing

Degaussing merupakan lilitan kawat tembaga yang dibungkus dengan isolasi hitam yang mengelilingi tabung dan fungsinya untuk mengendalikan atau melindungi tabung supaya tidak mudah terkena magnet. Komponen Degaussing ini mempunyai ukuran standar 15ohm sampai 20ohm. Jika dibawah 15 ohm berarti short atau konslet.

Kata Penutup

Demikian informasi yang teknowarta sampaikan tentang Bagian Bagian Televisi Tabung. Semoga bermanfaat sekian dan terima kasih.

 

Leave a Comment