
Ciri-ciri LNB C Band extended frekuensi 5750 – Dalam dunia parabola, banyak sekali alat-alat untuk mempersiapkan tracking yang perlu kalian pahami, Contohnya adalah LNB. LNB merupakan singkatan dari kata Low Noise Block yang dimana jika kita artikan dalam bahasa Indonesia artinya tingkat kebisingan yang cukup rendah.
LNB ini sangat berguna untuk mencari sebuah satelit yang akan ingin kita tuju. LNB terletak atau terpasang pas di tengah piringan parabola, yang bertujuan untuk menerima sinyal satelit dan dialirkan ke receiver.
Fungsi LNB yaitu untuk menerima sinyal dari satelit yang dipantulkan melalui disk atau piringan parabola ke receiver. Posisi dari LNB ini harus disesuaikan dengan arah kedudukan satelit yang letaknya berada pada titik derajatnya, misalnya satelit Palapa yang letaknya berada pada jalur 113 derajat Bujur Timur ( 113E). Maka jika kita ingin mentracking pastinya posisi dari LNB itu sendiri, dan pastikan nanti kalian miringkan ke kanan dan ke kiri atau miringkan ke arah barat atau timur.
Akhir-akhir ini telah menjadi bahan perbincangan LNB C Band extended frekuensi 5750 dikarenakan hadirnya satelit baru yaitu Satelit Bangabandhu 1 (119,1 BT) yang letaknya lumayan dekat dengan satelit di Indonesia. Pada saat ini LNB C Band extended frekuensi 5750 sedang banyak dicari oleh para tracker karena penasaran dengan satelit baru tersebut, dan kebanyakan masyarakat menggunakan LNB yang Frekuensinya standar yaitu 5150.
Kalian dapat melihat ciri-ciri dari LNB C Band extended frekuensi 5750, banyak yang tidak menyadari bahwa LNB jenis ini sudah lama beredar, bahkan LNB yang jadul sekalipun sudah ada banyak.
Jadi ciri-ciri LNB C Band extended frekuensi 5750 ini adalah :
Kelebihan
Kekurangan
Demikian pembahasan singkat tentang Ciri-ciri LNB C Band extended frekuensi 5750,semoga dapat bermanfaat.
Originally posted 2022-01-31 20:46:48.