Kabar duka menyelimuti dunia politik Indonesia dengan berpulangnya Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, pada Rabu, 25 Februari 2026. Sosok berpengaruh yang dikenal atas dedikasinya dalam pembangunan daerah ini meninggal dunia di usia 75 tahun setelah menjalani perawatan intensif.
Alex Noerdin menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Jakarta sekitar pukul 13.30 WIB. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh juru bicara keluarga besar Alex Noerdin, Okta Alfarisi. Diketahui, kondisi kesehatan beliau mulai memburuk dan sempat beredar di media sosial sejak Minggu malam, 22 Februari 2026. Almarhum menjalani perawatan pasca operasi empedu dan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) akibat sakit yang dideritanya sebelum berpulang.
Kepergian Alex Noerdin menutup lembaran panjang seorang birokrat ulung yang meniti karier dari bawah hingga menjelma menjadi tokoh politik yang sangat dihormati. Beliau dikenal sebagai figur pekerja keras yang memiliki visi tajam dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Jauh sebelum dikenal luas sebagai pemimpin daerah, Alex Noerdin memulai langkahnya sebagai pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan. Pengalamannya sebagai aparatur perencana pembangunan membentuk cara pandangnya dalam memimpin, menekankan pentingnya strategi jangka panjang. Kariernya terus menanjak, termasuk menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, sebelum ia terjun ke dunia politik praktis.
Kiprah politik Alex Noerdin mulai mencuat saat terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2002. Kemenangan ini menandai langkah pertama Alex dalam dunia politik lokal yang kemudian membawanya ke posisi yang lebih tinggi. Pada periode kedua kepemimpinannya sebagai Bupati Muba (2007-2012), popularitasnya semakin meluas, memuluskan jalannya untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2008.
Ia berhasil terpilih sebagai Gubernur Sumsel dan menjabat hingga 2013, kemudian memenangkan periode kedua dari 2013 hingga 2018. Selama dua periode kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dikenal sebagai inisiator pembangunan besar-besaran di berbagai sektor. Di bawah arahannya, Sumsel mengalami berbagai perubahan signifikan, dari peningkatan infrastruktur hingga fasilitas olahraga yang modern.
Salah satu proyek ambisius yang digagasnya adalah pengembangan jalan tol Trans Sumatera, yang menghubungkan berbagai kota besar di pulau tersebut. Lebih inovatif lagi, Alex Noerdin juga mendorong pembangunan LRT Palembang, yang menjadi sistem transportasi massal berbasis rel pertama di luar Jawa. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi warga Palembang. Selain itu, ia juga aktif membangun berbagai proyek jalan, jembatan, dan arena olahraga, termasuk yang sukses mendukung penyelenggaraan SEA Games 2011 di Palembang, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Alex Noerdin juga meluncurkan program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pada tahun 2009, ia menggagas program sekolah gratis, diikuti dengan program berobat gratis, yang sangat membantu warga kurang mampu di Sumatera Selatan. Untuk merealisasikan berbagai pembangunan dan program tersebut, Alex Noerdin dengan gigih mengandalkan banyak investor, berupaya menarik investasi asing melalui berbagai acara berskala nasional dan internasional. “Pembangunan pesat terlaksana, kalau mengandalkan APBD, dari mana uangnya, makanya kita undang investor,” demikian ungkapnya dalam berbagai kesempatan, menunjukkan filosofi kepemimpinannya.
Meskipun tak lepas dari pro dan kontra, peran Alex Noerdin dalam perjalanan politik dan pembangunan Sumatera Selatan tak bisa diabaikan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak panjang pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah Provinsi Sumatera Selatan.
Profil Alex Noerdin
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 9 September 1950, Alex Noerdin adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Kariernya dimulai sebagai pegawai negeri sipil di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan, kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang.
Langkah pertamanya di dunia politik dimulai ketika ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2002, dan kembali memimpin untuk periode kedua dari 2007-2012. Dari sana, ia melangkah ke panggung yang lebih besar, memimpin Provinsi Sumatera Selatan sebagai gubernur selama dua periode penuh, dari 2008-2013 dan 2013-2018. Keberhasilan politik ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai figur penting dan visioner di Sumatera Selatan.
(Sumber: TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)
Summary
Alex Noerdin, former two-term Governor of South Sumatra, passed away on Wednesday, February 25, 2026, at the age of 75. He died at Siloam Hospital Jakarta after intensive care, following gallbladder surgery and treatment in the ICU. Noerdin began his career as a staff member at the Regional Development Planning Agency (Bappeda) in South Sumatra, before serving as Head of the Palembang City Tourism Office.
His political journey began as Bupati of Musi Banyuasin for two terms, eventually leading him to serve as Governor of South Sumatra from 2008 to 2018. As governor, Noerdin was known for initiating significant development projects, including the Trans Sumatra toll road and the Palembang LRT, the first rail-based mass transit system outside Java. He also launched free school and free healthcare programs, relying on investors to realize these ambitious initiatives and infrastructural improvements.