Teknowarta – – Kementerian Sosial (Kemensos) tidak main-main dalam menjaga integritas program Sekolah Rakyat. Dua pejabat yang diduga terkait kasus dugaan markup sepatu Sekolah Rakyat dicopot sementara.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan, pihaknya siap memproses hukum siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa pada program tersebut.
Langkah tegas ini diambil setelah tim khusus melakukan audit mendalam terkait pengadaan sepatu sekolah tahun 2025. Hasilnya, ditemukan adanya indikasi awal yang memerlukan pendalaman lebih lanjut agar tidak merugikan negara.
Potensi Maladministrasi dalam Pengadaan Sepatu
Tim khusus yang dipimpin langsung oleh Agus Jabo menemukan adanya celah dalam proses administrasi. Menurutnya, besarnya volume pengadaan yang tidak sebanding dengan waktu dan sumber daya manusia menjadi pemicu munculnya risiko tersebut.
“Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa, diketahui terdapat volume pengadaan besar, adanya keterbatasan waktu dan keterbatasan sumber daya manusia, sehingga ada potensi maladministrasi,” ungkap Agus Jabo di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (13/5).
Ia menambahkan bahwa fokus audit saat ini adalah memastikan apakah ada ketidaktepatan prosedur atau selisih antara perencanaan dan realisasi anggaran di lapangan.
Sanksi Disiplin hingga Jalur Hukum
Pemerintah memastikan tidak akan ada kompromi bagi oknum yang bermain-main dengan anggaran rakyat. Jika hasil investigasi membuktikan adanya tindak pidana, kasus ini akan langsung diserahkan kepada pihak berwenang.
“Apabila ditemukan adanya aspek pelanggaran hukum, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangannya,” tegas Agus Jabo.
Bagi pegawai internal yang terlibat, sanksi disiplin berat sudah menanti. “Apabila nantinya ditemukan permasalahan sebagaimana dugaan di atas, maka pihak terkait akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan dikenakan sanksi disiplin (bagi) pegawai yang terlibat,” katanya.
Gus Ipul Copot Sementara Dua Pejabat Kemensos
Sebagai bentuk keseriusan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah mengambil langkah ekstrem dengan menonaktifkan dua pejabat penting. Pejabat yang dibebastugaskan sementara adalah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.
Langkah ini diambil agar proses investigasi berjalan objektif tanpa intervensi dari pihak-pihak terkait. Gus Ipul menjelaskan bahwa pencopotan ini demi menjaga transparansi tata kelola kementerian.
“Dalam kaitan dengan keperluan tersebut, juga untuk kelancaran terhadap proses pendalaman yang dimaksud, serta demi kelancaran proses pengadaan berikutnya, saya membebastugaskan sementara dari jabatannya,” ujar Gus Ipul.
Evaluasi Total untuk Tahun 2026
Isu dugaan markup harga sepatu ini menjadi alarm bagi Kemensos untuk memperbaiki sistem internal. Gus Ipul juga menginstruksikan Sekjen Robben Rico untuk melakukan rasionalisasi anggaran demi memperkuat kapasitas tim pengadaan.
“Semua yang sudah kami lakukan menjadi satu bagian evaluasi untuk memperbaiki pengadaan pada tahun 2026,” imbuh Gus Ipul.