Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PartaI Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid menilai ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar 4 persen sudah ideal. Ia berpandangan sebaiknya angka tersebut tak perlu naik lagi.
“Angka PT (parliamentary threshold) 4 persen sebagaimana di tahun tahun sebelumnya sudah cukup baik dipertahankan dan sepertinya tidak perlu dinaikan,” ucap Kholid saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Partai Gelora Nilai Ambang Batas Parlemen Idealnya 0 Persen 1. Semakin tinggi ambang batas parlemen, semakin banyak suara terbuang
Kholid berpandangan, semakin tinggi ambang batas parlemen, tentu semakin besar suara yang tidak terkonversi sesuai dengan aspirasi pemilihnya. Kendati demikian, ia menyebut ambang batas parlemen masih tetap dibutuhkan sebagai mekanisme kontrol stabilitas politik di parlemen.
“Agar tidak terlalu banyak fragmentasi dengan semakin banyaknya jumlah parpol di parlemen jika ambang batas ditiadakan,” ujar dia.
Politikus PPP Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus, Maksimal 3 Persen 2. PKS usul ada simulasi khusus tentukan ambang batas parlemen
Kholid juga menyarankan agar ada simulasi khusus untuk menentukan angka ideal penentuan ambang batas parlemen. Misalnya, dengan menyesuaikan jumlah komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI.
“Sekarang kan ada 13 komisi dan 6 AKD di DPR RI, jadi PT nya dikonversikan setara dengan jumlah komisi dan AKD tersebut. Nah dari sana kita bisa hitung PT nya. Itu bisa jadi salah satu opsi juga,” kata Anggota Komisi XII DPR RI itu.
Perindo Usul Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Soroti Suara Terbuang 3. Surya Paloh dorong ambang batas parlemen 7 persen
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berharap sistem multipartai di parlemen dapat diubah menjadi lebih sederhana. Menurutnya, hal itu lebih efektif untuk demokrasi.
“Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” ujar Surya saat ditemui usai peluncuran Safari Ramadan NasDem di DPP NasDem Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).
Surya menyebut fraksi NasDem di DPR masih menggodok pembahasan ambang batas parlemen. Namun, ia mengisyaratkan partainya tetap konsisten dengan sikap sebelumnya, yakni usul ambang batas 7 persen.
“Saya pikir biasanya Nasdem itu harusnya tetap konsisten aja di situ, kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya,” ujarnya.