Meta-YouTube kalah di AS, Komisi I DPR: RI harus perkuat pengawasan medsos

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai putusan pengadilan di California, Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Meta dan YouTube bersalah karena memicu ketergantungan pada anak-anak dan remaja menjadi peringatan serius.

Advertisements

Ia menyebut, putusan tersebut menunjukkan potensi dampak negatif media sosial bagi generasi muda.

“Putusan pengadilan di California yang menyatakan Meta dan YouTube bersalah karena memicu ketergantungan pada anak-anak dan remaja menjadi peringatan serius bagi kita semua,” kata Dave saat dihubungi, Kamis (26/3).

“Kasus ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, bila tidak diimbangi dengan tanggung jawab sosial, dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi generasi muda. Pelajaran dari kasus tersebut harus kita terjemahkan dalam konteks Indonesia,” tambahnya.

Perlu Evaluasi Regulasi

Advertisements

Politikus Golkar ini menekankan Indonesia perlu mengambil pelajaran dari kasus tersebut agar perlindungan terhadap anak-anak di ruang digital dapat diperkuat.

Ia menilai pemerintah telah menerbitkan PP Tunas sebagai langkah awal, namun implementasinya tetap perlu diperkuat melalui evaluasi berkelanjutan.

“Namun, agar tujuan perlindungan benar-benar tercapai, regulasi tidak boleh berhenti pada tataran normatif. Pemerintah perlu melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap efektivitas aturan tersebut, sekaligus meningkatkan pengawasan agar implementasinya berjalan sesuai harapan,” tutur Dave.

“Jika dalam praktik ditemukan kelemahan, maka regulasi harus segera diperkuat. Dengan pendekatan yang konsisten dan adaptif, kami optimis Indonesia mampu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan aman,” tambahnya.

Peran Orang Tua Penting

Ia juga menegaskan regulasi saja tidak cukup tanpa kesadaran masyarakat. Peran orang tua dan pendidik dinilai penting dalam mendampingi anak menggunakan media sosial.

“Akan tetapi, regulasi saja tidak cukup. Tantangan terbesar justru ada pada kesadaran masyarakat,” ucap Dave.

Menurutnya, edukasi publik menjadi kunci agar penggunaan media sosial lebih sehat.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan pendidik, untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam penggunaan media sosial,” pungkas Dave.

Advertisements