
Malaysia mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kekurangan bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir, seperti dilaporkan The Star.
Mengutip Bloomberg, Akmal menyebut periode pertengahan tahun akan menjadi fase krusial dalam menjaga ketersediaan energi di Malaysia.
“Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat krusial dalam memastikan pasokan bahan bakar tersedia,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4).
Selain ketersediaan BBM, pemerintah juga memberi perhatian pada pasokan bahan baku industri lain yang berkaitan dengan sektor minyak dan gas. Menurutnya, ketersediaan bahan untuk kebutuhan farmasi hingga perangkat medis juga harus dijaga. Ia menyebut hal tersebut akan menjadi “sama pentingnya”.
Sebelumnya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah memberi sinyal adanya potensi ketidakpastian pasokan energi mulai Juni. Pernyataan ini menyoroti kerentanan Malaysia terhadap tekanan krisis energi global.
Meski demikian, Akmal memastikan pasokan untuk April dan Mei masih dalam kondisi aman. Tantangan utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan untuk bulan-bulan berikutnya. Untuk itu, pemerintah mulai melakukan diversifikasi sumber energi serta memperkuat hubungan dengan mitra dagang utama.
Di sisi lain, Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Fuziah Salleh menjelaskan adanya gangguan sementara di sejumlah SPBU akibat lonjakan permintaan di beberapa wilayah. Namun, pemerintah langsung mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi.

“Saya ingin menegaskan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi,” ujarnya dalam unggahan Facebook, Sabtu.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap berbelanja seperti biasa dan tidak melakukan panic buying. Kantor berita Bernama melaporkan 329.000 barel solar yang dikirim ke Filipina baru-baru ini bukan berasal dari Malaysia, sekaligus membantah laporan media setempat.
Perusahaan energi negara, Petroliam Nasional Bhd. (Petronas), juga menegaskan tidak memiliki perjanjian pasokan solar dengan pihak mana pun di Filipina. Dalam keterangannya, perusahaan menyatakan bahwa “prioritas utama kami tetap memastikan pasokan bahan bakar yang andal dan berkelanjutan untuk Malaysia.”