
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu (11/2) waktu setempat. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup.
Pembahasan soal Iran menjadi salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan selama 3 jam tersebut.
Usai pertemuan itu, Trump di media sosialnya mengungkapkan akan tetap melanjutkan negosiasi dengan Iran. Netanyahu sebelumnya menginginkan AS bertindak lebih keras terhadap Iran.
“Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak,” kata Trump dikutip dari AFP, Kamis (12/2).
“Jika bisa, saya memberi tahu Perdana Menteri bahwa itu akan menjadi pilihan. Jika tidak, kita hanya perlu melihat apa hasilnya,” kata Trump.
Netanyahu menemui Trump dengan tujuan meminta agar rudal balistik Iran ikut dibahas AS saat negosiasi dengan Iran. Kekhawatiran Israel dengan rudal balistik Iran didasari oleh perang 12 hari pada tahun lalu. Saat itu rudal Iran berhasil masuk ke wilayah Israel dan menghantam area militer maupun sipil.
Kantor Netanyahu mengatakan bahwa selama pembicaraan dengan Trump, Netanyahu telah menegaskan kebutuhan keamanan negara Israel terkait dengan negosiasi Iran.
Trump sempat mengungkapkan memiliki opsi untuk melakukan operasi militer kepada Iran terkait tindakan pemerintah Iran kepada para demonstran negara tersebut. Namun, belakangan AS melunak dan melakukan perundingan dengan Iran di Oman.