AFC Keluarkan Sanksi Baru untuk Malaysia! FAM dan Tiga Klub Lokal

Teknowarta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), klub Johor Darul Takzim (JDT), Selangor FC dan Kelana United. 

Advertisements

Sanksi berupa denda dengan total 13.125 dolar AS atau sekitar Rp220 juta dijatuhkan AFC untuk tiga pihak dari sepak bola Malaysia. 

Dimulai dari JDT, klub milik anak sultan Johor, Tunku Ismail Idris, didenda 5.000 dolar AS karena gagal menyediakan stadion yang bersih. 

Terutama di lokasi latihan resmi menjelang pertandingan di Liga Champions Asia Elite melawan Machida Zelvia. 

Kemudian Selangor FC didenda 1.250 dolar AS setelah dikonfirmasi menunda kick-off babak kedua laga Liga Champions Asia 2 melawan Persib Bandung selama 80 detik. 

Advertisements

Sementara FAM didenda 1.875 dolar AS setelah penundaan hingga 150 detik hingga dimulainya kembali laga melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Untuk Kelana United, Mohd Zahidibudiman Ibrahim selaku pelatih kebugaran didenda 5.000 dolar AS usai dianggap melakukan pencemaran nama baik. 

Tentu saja deretan sanksi di atas bukanlah hukuman yang sedang dinantikan publik Asia Tenggara terhadap Malaysia. 

Khususnya dalam skandal naturalisasi, AFC bersikeras menunda untuk bersikap sampai proses persidangan di Pengadilan CAS selesai.

Kalahkan Malaysia Saja Gak Cukup, Vietnam Butuh Bantuan FIFA dan AFC untuk Bisa ke Piala Asia 2027

Sementara FAM berpotensi mendapatkan sanksi lebih berat karena sikap keras kepala dan justru merendahkan kredibilitas FIFA. 

“Komite ingin menekankan bahwa, jika bukan karena prinsip non reformatio i in pejus berdasarkan Pasal 63.4 Kode Disiplin FIFA.”

“Hukuman yang lebih berat daripada yang dijatuhkan sebelumnya akan diterapkan,” bunyi pernyataan FIFA. 

Skandal serupa sebenarnya pernah terjadi di tahun 2016, menyeret Timor Leste yang menggunakan 12 pemain naturalisasi palsu asal Brasil. 

Timor Leste pun dihukum berat, mulai dari larangan mengikuti Piala Asia dan pembatalan 29 pertandingan yang dilakoni bersama 12 pemain ilegal. 

Selain itu, sejumlah pejabat federasi juga diskorsing larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun. 

Dengan AFC yang mencoba melindungi Malaysia dari kesalahan, kini FIFA bisa saja memberi hukuman berat untuk Malaysia. 

Alasan FAM nekat membawa kasus ini ke Pengadilan CAS untuk mencari keadilan dan memperjuangkan hak-hak pemain.

Unsur Pidana Bikin Menteri Malaysia Ketakutan, AFC Beri Ultimatum!

Tentu hal itu sangat bertentangan dengan bukti yang dikeluarkan oleh FIFA dan FAM pun tidak memilikinya. 

FAM juga tidak mendapat sokongan dari pemerintah Malaysia, dana yang digunakan ke Pengadilan CAS berasal dari anak sultan Johor, Tunku Ismail Idris. 

Sosok yang juga aktor utama skandal naturalisasi Malaysia, tapi tidak ada pihak yang berani menyentuhnya. 

Tunku Ismail menjadi donatur tetap FAM, mulai dari travel, legal hingga biaya di Pengadilan CAS, semua ia tanggung. 

Menarik dinantikan seperti apa nasib Malaysia nanti, akankah selamat dari skandal ini atau hancur lebur. 

Advertisements