
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyampaikan sejumlah tuntutan atas penculikan 7 WNI oleh militer Israel. Mereka diculik di perairan internasional saat berlayar ke Gaza dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).
Media Centre Crisis GPCI, Syamsul Ardiansyah menyatakan Israel telah melakukan pelanggaran serius. Oleh karena itu, ia pun menyerukan agar seluruh aktivis yang ditangkap segera dibebaskan.
“Oleh karena itu kami menuntut yang pertama, pembebasan segera dan tanpa syarat kepada seluruh aktivis Global Summit Flotilla, termasuk kepada warga negara Indonesia yang saat ini telah diculik oleh Israel,” ujar Syamsul saat konferensi pers di Sasana Budaya Rumah Kita, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
Dalam tuntutan pertama ini, Syamsul juga menegaskan agar pemerintah Indonesia pro aktif untuk membebaskan para WNI tersebut. Utamanya diupayakan melalui jalur diplomatik.
“Menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam mengupayakan semua kekuatan diplomatik untuk memastikan kebebasan mereka,” tegasnya.
Kedua, Syamsul juga meminta seluruh aset GSF yang dirampas militer Israel untuk dikembalikan. Termasuk dalam hal ini mengembalikan hak berlayar untuk misi kemanusiaan secara damai di Gaza.
“Terus yang kedua, kami juga menuntut pengembalian seluruh aset Global Summit Flotilla yang telah dirampas, dan kembali memberikan, mengembalikan hak navigasi di laut lepas kepada kita semua untuk bisa menyampaikan misi kemanusiaan secara damai bagi masyarakat di Gaza,” tuturnya.
Ketiga, Syamsul menggarisbawahi bahwa misi kemanusiaan ini dilakukan secara legal berdasarkan ketetapan PBB. Menurutnya, militer Israel menghalangi pemberian bantuan pada Gaza dan ini merupakan kejahatan yang harus berhenti.
“Dan yang ketiga kami menegaskan bahwa misi kami adalah misi legal, misi dalam rangka menjalankan mandat yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB yang menyebutkan bahwa penghalangan terhadap akses bantuan bagi masyarakat Gaza adalah kejahatan yang harus dihentikan,” ucap Syamsul.
Hingga kini, total ada 7 WNI yang diduga diculik militer Israel. Berikut daftarnya:
-
Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
-
Rahendro Herubowo (sebelumnya tercantum Rahendro adalah jurnalis iNews namun Pemred iNews Aim Witjaksono menyatakan Rahendro telah resign dari iNews pada Agustus 2022) – Kapal Ozgurluk
-
Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
-
Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk
-
Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
-
Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
-
Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro