Extreme Heat in Medina: Hajj Pilgrims Urged to Prevent Blistered Feet

Suhu udara di Madinah, Arab Saudi, semakin panas. Beberapa hari yang lalu, suhu berada di kisaran 32-36 derajat celsius. Pada hari ini, Senin (4/5) suhu mencapai 42 derajat celsius.

Advertisements

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau para jemaah haji untuk mewaspadai potensi kaki melepuh saat beribadah.

Menurut Enny, cuaca yang panas dan jenis lantai di Masjid Nabawi membuat risiko kaki terluka cukup besar.

“Memang lumrah (kaki melepuh) itu terjadi di Madinah. Karena lantai Masjid Nabawi dengan Masjidil Haram itu berbeda. Kalau di Nabawi ini sering terjadi jemaah terpapar lantai yang panas sehingga terkena risiko melepuh,” ujar Enny.

Jemaah Indonesia ketika pergi ke Nabawi diimbau membawa kantong plastik sebagai wadah alas kaki yang mereka bawa. Sehingga sandal tidak hilang, dan jemaah bisa memakainya saat ke hotel.

Advertisements

“Sehingga jika membawa sepatu atau sandal ketika keluar mereka langsung bisa pakai, tidak perlu mencari-cari ” katanya.

Sering kejadian, kata Enny, mereka kehilangan alas kaki sehingga terpaksa berjalan di atas lantai Masjid Nabawi yang panas.

Risiko kaki melepuh, sambung Enny, juga sering terjadi pada jemaah neuropati yakni jemaah yang memiliki penyakit Diabetes Mellitus (DM). Jemaah dengan neuropati itu sistem sarafnya sudah kebal.

“Sehingga saat berjalan di atas lantai yang panas mereka tidak merasa panas, namun tiba-tiba melepuh,” katanya.

Jika sampai terjadi kaki melepuh, Enny mengimbau jemaah langsung menuju ke pos kesehatan terdekat atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk ditangani dokter. Ia pun memberikan tips pertolongan pertama jika jemaah mengalami kaki melepuh.

“Langsung saja siram dengan air dingin, bahkan kalau bisa air es,” kata Enny.

Advertisements