Viral sopir bajaj di Tanah Abang dipalak preman Rp 100 ribu, Pram: Tindak tegas!

Aksi dugaan premanisme lagi-lagi terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kali ini, sopir bajaj menjadi korban pemalakan oleh preman.

Advertisements

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria meminta uang setoran kepada sopir bajaj. Salah satu sopir mengaku harus menyetor hingga Rp 100 ribu setiap harinya. Jika menolak, mereka disebut akan diteriaki maling hingga mengalami kekerasan.

Bahkan, dalam video tersebut, tampak kondisi bajaj dengan kaca pecah dan pintu rusak yang diduga akibat dipukul karena pernah menolak untuk memberikan uang.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentoleransi aksi premanisme dan meminta Satpol PP bertindak tegas.

“Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).

Advertisements

Pramono menegaskan, praktik premanisme tidak boleh dibiarkan berkembang karena bersifat merugikan. Ia pun tidak akan memberikan kompromi untuk aksi tersebut.

“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak),” jelas dia.

Advertisements