
Sejak AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, drone dan rudal melesat di langit Iran dan kawasan Teluk. Konsekuensinya, para pengendali lalu lintas udara sibuk mengarahkan pesawat penumpang ke jalur yang lebih aman.
Tampilan peta pelacak penerbangan menunjukkan betapa ramainya wilayah udara Mesir dan Georgia.
Setiap pengendali bertanggung jawab atas satu sektor tertentu sembari berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka mengenai pesawat yang masuk dan keluar dari wilayah udara masing-masing.
Dalam kondisi normal, seorang pengendali mungkin menangani enam pesawat sekaligus. Namun saat perang berlangsung, jumlah itu bisa meningkat dua kali lipat.

“Otak hanya bisa mempertahankan tingkat konsentrasi setinggi itu selama 20–30 menit,” ujar Brian Roche, pengendali lalu lintas udara yang telah pensiun.
Brian menghabiskan 18 tahun sebagai pengendali lalu lintas udara. Awal kariernya dimulai saat berdinas untuk Angkatan Udara Inggris (RAF) di berbagai negara. Setelah itu, dia menangani pesawat komersial di London sebagai bagian dari unit yang bertugas merespons panggilan darurat.
Pada periode paling sibuk, lebih banyak pengendali lalu lintas udara dikerahkan untuk menangani lonjakan jumlah pesawat di area tertentu. Rotasi juga dilakukan lebih sering agar mereka tidak kewalahan.
Biasanya, satu sif berlangsung 45–60 menit dengan jeda 20–30 menit, ujar Roche.
Namun pada masa konflik, mereka kemungkinan hanya bekerja selama 20 menit sebelum beristirahat dengan durasi yang sama.
“Para pengendali saat ini bekerja dalam sif yang luar biasa berat, menangani lalu lintas udara dalam jumlah yang juga luar biasa,” katanya.
Insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014 akibat rudal buatan Rusia di wilayah timur Ukraina—yang menewaskan seluruh 298 orang di dalamnya—menjadi pengingat betapa konflik dapat memengaruhi jalur penerbangan komersial.
Saat itu, Ukraina masih tergolong zona konflik tingkat rendah, tetapi pertempuran mulai merambah ke udara dan beberapa pesawat militer telah ditembak jatuh dalam bulan-bulan sebelumnya. Itu adalah skenario yang tidak ingin diulang siapa pun.

Pekan lalu, enam awak pesawat AS tewas setelah pesawat pengisian bahan bakar yang mereka operasikan jatuh di Irak bagian barat.
Pesawat tanker itu terlibat dalam operasi militer AS terhadap Iran dan merupakan salah satu dari dua pesawat yang terlibat dalam insiden tersebut. Pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat. Komando Pusat AS menegaskan insiden itu bukan disebabkan oleh tembakan musuh maupun kawan.
Ketika wilayah udara mendadak ditutup atau mengalami kemacetan, para pengendali lalu lintas udara berkomunikasi dengan pilot mengenai arah yang harus ditempuh, jumlah bahan bakar yang tersedia, serta bandara mana yang mampu melayani jenis pesawat tersebut.
Mereka juga harus memastikan setiap pesawat—dengan berbagai ukuran—tetap memiliki jarak aman, baik secara vertikal maupun horizontal. Pasalnya, pesawat penumpang berbadan besar menciptakan turbulensi dan ketidakstabilan yang dapat membahayakan pesawat lain di sekitarnya.
Karena itu, pesawat kecil perlu diarahkan menjauh dan diberi ruang lebih luas, sementara jet bisnis berukuran sangat kecil bahkan terkadang harus dialihkan ke jalur lain.

Namun penutupan ruang udara secara mendadak sebenarnya jarang terjadi, kata John, yang punya pengalaman sebagai pilot lebih dari 20 tahun. Ia meminta identitasnya disamarkan karena masih aktif terbang dan melintasi rute di Timur Tengah.
Menurutnya, sebagian besar maskapai sudah merencanakan lebih awal jika ingin menghindari suatu wilayah udara—baik karena cuaca buruk maupun konflik.
“Dalam kasus ini, kami semua tahu ada sesuatu yang sedang memanas di Timur Tengah,” ujar John. “Ini hanya soal waktu — bukan soal kemungkinan terjadi atau tidak.”
Selain memahami rencana penerbangan alternatif untuk menghindari wilayah konflik, para pilot juga berusaha membawa bahan bakar sebanyak mungkin, berjaga-jaga jika mereka harus kembali ke bandara asal atau dialihkan ke bandara yang lebih jauh dari tujuan semula.
“Semua ini adalah prosedur normal, terlatih, dan terkendali,” kata John, yang menekankan bahwa pilot dan pengendali lalu lintas udara mengikuti prosedur secara ketat agar wilayah udara yang padat tidak menjadi tidak terkendali.
“Ini bukan seperti kemacetan jalan yang bisa jadi kacau.”
Rasa tenang yang teratur seperti itulah, kata John, yang berusaha ia dan para pilot lainnya sampaikan kepada awak kabin dan para penumpang.
Di situlah peran Hannah sebagai kepala pramugari dalam penerbangan jarak jauh. Nama aslinya tidak digunakan karena ia tidak berwenang berbicara mewakili maskapainya.
Rute yang ia layani kerap melintasi Timur Tengah. Menurut Hannah, masa-masa konflik menegaskan betapa pentingnya peran tim kabin—terutama bagi penumpang yang cemas atau tidak puas.
“Pekerjaan kami jauh melampaui anggapan klise bahwa tugas kami hanya menanyakan apakah penumpang ingin ayam atau daging untuk makan malam,” ujarnya.
“Begitu banyak orang lupa sisi keselamatan dari peran kami… Melayani adalah hal yang kami lakukan ketika segala sesuatu berada dalam kontrol.”
Rencana penerbangan yang dialihkan dan jadwal yang terganggu membuat keseimbangan hidup dan kerja menjadi tantangan, ujar Hannah — bagi pilot maupun kru kabin.
Belakangan, maskapai seperti tempat ia bekerja menambah lebih banyak perhentian dalam rute mereka karena tak bisa terbang langsung melintasi Iran.
Meski begitu, ia menilai beban kerja seperti itu sudah menjadi bagian dari profesinya, sesuatu yang ia sebut sebagai “gaya hidup dan minat”.
“Sebagai kru kabin, kami semua merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar,” katanya. “Dipersatukan oleh sayap pesawat.”
- Trump ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 jam atau AS akan hancurkan pembangkit listrik
- Pengadilan penembakan penerbangan MH17 Malaysia Airlines, enam hal untuk diketahui
- Putin ‘menyuplai’ rudal yang tembak jatuh MH17, sebut investigator
- Iran gempur pangkalan militer AS sampai menimbulkan kerusakan senilai Rp13,5 triliun, menurut analisis terbaru
- Iran gunakan bom tandan yang tembus pertahanan Israel – ‘Saya mulai sedikit kehilangan harapan’
- Pasukan marinir AS dan kapal-kapal perang tambahan dipindahkan ke Timur Tengah
- Perang AS-Israel vs Iran mengancam pangan, farmasi, dan tambang – Produksi nikel Indonesia terganggu
- Negara-negara di Asia mulai antisipasi gejolak harga minyak, Presiden Prabowo singgung BBM dari sawit hingga tebu
- Negara mana yang diuntungkan dari perang di Timur Tengah – dan negara mana yang paling terdampak?
- Apakah citra glamor Dubai terancam gelombang serangan rudal dan drone Iran?