Iran: fregat yang ditorpedo AS tak bersenjata, bawa personel pelatihan

Iran murka setelah kapal perangnya, IRIS Dena, ditorpedo kapal selam Amerika Serikat hingga tenggelam di Samudera Hindia saat kembali dari latihan bersama di India. Puluhan pelaut tewas.

Advertisements

Iran menegaskan, kapal perang berukuran sedang alias fregat itu merupakan kapal pelatihan dalam misi damai atau nonkombatan (senjata diamankan).

“Itu adalah kapal pelatihan Angkatan Laut, diundang oleh Angkatan Laut India untuk ikut latihan. Dan kapalnya tidak bersenjata,” kata Menlu Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News, Jumat (6/3).

“Menyerang kapal tak bersenjata yang penuh petugas pelatihan dan pelaut adalah kejahatan perang,” tandasnya.

Sebelumnya, Araghchi mengecam serangan AS yang disebutnya “kekejaman di laut” itu.

Advertisements

“Amerika Serikat telah melakukan kekejaman di laut, sekitar 2.000 mil [3.200 km] dari pantai Iran. Fregat Dena, yang menjadi tamu Angkatan Laut India dan membawa hampir 130 pelaut, diserang di perairan internasional tanpa peringatan. Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah diciptakannya,” tulisnya di akun X pada 5 Maret.

Latihan Bersama di India

Fregat IRIS Dena diserang di lepas pantai selatan Sri Lanka, dekat kota Galle, pada 4 Maret 2026 pagi.

Kapal itu dalam perjalanan dari India menuju negaranya setelah mengikuti latihan Angkatan Laut bersama puluhan negara — termasuk TNI AL — di India pada bulan Februari. Sesuai protokol, kapal yang ikut latihan tidak dipersenjatai.

Latihan itu bernama IFR MILAN-26, digelar 17–26 Februari 2026. Amerika Serikat juga ikut dengan mengirimkan pesawat patroli maritim dan pengintaian (MPRA) P-8A Poseidon.

Peserta latihan dari berbagai negara itu juga sempat berparade di depan pejabat dan rakyat India.

Torpedo Sejak PD II

Menhan AS Pete Hegseth mengumumkan penenggelaman IRIS Dena dalam konferensi pers di Pentagon, 5 Maret 2026.

“Kemarin, di Samudera Hindia… sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang tenang. Penenggelaman pertama kapal musuh oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” ujarnya.

Pentagon juga merilis video periskop serangan torpedo Mk-48 yang memperlihatkan ledakan di buritan kapal IRIS Dena.

Angkatan Laut Sri Lanka menerima sinyal darurat dari IRIS Dena saat serangan terjadi. Mereka langsung menuju lokasi. Namun, di sana kapal IRIS Dena sudah tidak ditemukan alias sudah karam. Yang ada hanya puing.

Pada hari kejadian, Sri Lanka menemukan 87 jasad pelaut Iran, 32 pelaut luka ringan, dan 10 lainnya masih dicari.

Analis geopolitik India menyesalkan kejadian itu dan berharap India mengirimkan belasungkawa karena IRIS Dena adalah tamu undangan mereka dan pernah memberikan penghormatan kepada petinggi India saat parade.

Pada awal November 2022, kapal fregat IRIS Dena pernah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk menjalin kerja sama keamanan dan pendidikan dengan otoritas Indonesia.

IRIS Dena merupakan fregat kelas Moudge, yakni seri kapal perang yang dikembangkan dan dibangun secara domestik oleh Iran.

Program Moudge muncul ketika Teheran kesulitan membeli kapal perang dari luar negeri akibat sanksi dan embargo senjata dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Advertisements