Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor

Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor

Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor – Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor adalah salah satu pengetahuan yang dibutuhkan untuk seorang yang ingin belajar elektronika. Atau akademisi yang mempunyai pelajaran elektronika dasar.

Di rangkaian elektronika, transistor tidak bisa dipisahkan karena fungsinya sangat penting, sebagai pengelola sinyal, penguatkan arus, pembuat sinyal, dan lainnya. Kegunaan dari transistor itu sangat banyak, setiap perangkat elektronika pasti mempunyai komponen transistor di dalamnya. Seperti komputer, TV, bahkan di smartphone terdapat komponen transistor.

Sebelum mengenai lebih dalam kegudaan dan cara kerja transistor, terlebih dahulu. Kita harus mengetahui Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor.

Pengertian Dari Transistor

Transistor adalah salah satu komponen aktif dari bahan semikonduktor dan fungsi dasar untuk penguat, saklar elektronik dan pembangkit sinyal. Selain fungsi dasarnya transistor mempunyai fungsi turunan yang beragam dan sesuai dengan desain rangkaian elektronika yang di buat.

Transistor mempunyai 3 kaki atau 3 elektroda, yakni basis, kolektor, dan emitor. Ketiga kaki ini mempunyai fungsi sendiri sendiri dan tidak bisa dipisahkan 1 dengan yang lain. Transistor juga bisa di ibaratkan sebagai keran yang bisa mengalirkan dan menghambat arus listrik sesuai dengan kontrol yang di beri.

Transistor pertama kali ditemukan adalah transistor bipolar atau BJT Bipolar Junction Transistor. Penemunya merupakan 3 orang ilmuwan Fisika dari Amerika, Yakni William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain pada 1947. Awalnya, transistor dibuat sebagai pengganti tabung hampa yang dipakai sejak saat itu sudah dipakai dari lama. Prinsip kerja dari tabung hampa hampir mirip seperti transistor. Hanya saja tabung hampa mempunyai ukuran yang lebih besar dari transistor dan membutuhkan listrik yang tinggi untuk perangkat tersebut bekerja.

Beda hal dengan tabung hampa yang memakai elemen cahaya sebagai filamen dan tegangan tinggi yang membuatnya berfungsi. Transistor memakai material semikonduktor yang lebih efisien karena mempunyai ukuran yang lebih kecil dan tegangan yang dibutuhkan kecil untuk bisa membuatnya bekerja.

Sejak transistor ditemukan, semua barang elektronika mulai mengecil menjadi lebih kecil dan kemampuan yang semakin bagus terutama pada peralatan komputer. Itu terjadi pada peralatan elektronika yang lain. Ini juga yang membuat komponen transistor menjadi sebuah komponen yang penting di rangkaian elektronika.

Fungsi Transistor

Transistor pada rangkaian elektronika mempunyai fungsi yang variasinya sangat banyak. Tetapi terdapat beberapa fungsi utama dari transistor, yakni sebagai saklar, penguat, dan Sebagai penguat amplifier sinyal.

Sebagai saklar

Transistor membutuhkan pemicu supaya bisa mengalirkan arus dan pemicu adalah arus pada basis. Ketika basis di aliri arus sesuai dengan datasheet maka kaki Emitor Kolektor berfungsi sebagai saklar penutup. Dan mengalirkan arus yang membuat lampu bisa menyala.

Penguat Arus

Salah satu prinsip kerja transistor BJT yaitu sebagai arus kecil pada basis yang akan mengubahnya menjadi besar di kolektor. Hal karena pada transistor mempunyai indikator Hfe atau penguatan yang mana setiap transistor mempunyai nilai Hfe yang berbeda.

Contohnya transistor mempunyai nilai Hfe 100 maka arus yang mengalir di basis yaitu 0,6 ampere dan arus yang mengalir di kolector menjadi 6 ampere.

Penguat Amplifier Sinyal

Rangkaian amplifier merupakan suatu rangkaian bisa mengkonversikan sinyal yang berukuran kecil menjadi sinyal yang ukuran besar. Ukuran sinyal diubah dengan cara mengubah besaran amplitude sinyal. Di rangkaian diatas mikrofon mempunyai fungsi sebagai pengubah energi suara menjadi energi listrik. Sementara pada earphone atau speaker mempunyai fungsi sebagai pengubah energi listrik menjadi suara.

Cara Kerja Transistor

Mungkin kamu sudah mengetahui Transistor adalah perangkat non-linear sehingga mempunyai 4 cara kerja yang berbeda. Berikut ke 4 cara kerjanya.

  • Cut-off

Transistor bekerja sebagai open circuit, yang membuat tidak ada arus yang mengalir ke emitor dan kolektor.

  • Saturasi

Transistor akan berfungsi sebagai short circuit, yang akan membuat arus yang berasal dari kolektor ke emitor akan mengalir dengan bebas.

  • Active

Arus yang berbeda dengan arus yang mengalir ke basis adalah arus yang berasal dari kolektor ke emitor.

  • Reverse active

Terbalik dengan cara Active, arus akan mengalir terbalik yaitu dari emitor ke kolektor.

1) Cara Kerja Transistor Bipolar

Transistor bipolar adalah salah satu jenis transistor yang paling banyak dipakai. Transistor bipolar terdiri atas dari 3 kaki yakni emitor, basis dan kolektor. Pada kakinya mempunyai tegangan penghalang sekitar 0,5 sampai 0,7V yang berarti dibutuhkan tegangan minimal 0,5 sampai 0,7  supaya bisa membuat arus listrik mengalir lewat kaki transistor bipolar.

Cara kerjanya yaitu dengan membuat komponen aktif dan 3 terminal yang dibuat dengan bahan semikonduktor dan berfungsi sebagai isolator dan konduktor. Inilah yang membuat transistor bipolar sering kali dipakai sebagai saklar atau penguat.

2) Cara Kerja Transistor JFET

Transistor JFET adalah transistor yang memakai tegangan di terminal input. Hal ini dalam dunia rangkaian elektronika lebih di kenal dengan istilah gerbang. Gerbang ini yang akan menghasilkan output yang setara dengan kontrol arus yang mengalir lewat kaki terminal komponen. Ini juga yang membuat transistor JFET dikenal dengan transistor pengatur tegangan.

Transistor bipolar, dan transistor JFET juga mempunyai 3 kaki terminal yang terbuat dari semikonduktor. Tetapi, ketiga kaki tersebut mempunyai nama yang berbeda yakni gate, source dan drain. Dan juga, ketiga kali terminal tersebut juga mempunyai karakteristik unik yang bisa mengalirkan arus listrik ke drain dan source. Tetapi, arus listrik yang mengalir tersebut dikontrol oleh tegangan tertentu yang di berikan ke gate.

Jenis Transistor

Terdapat beberapa jenis Transistor yang bisa kamu simak berikut ini:

Transistor Bipolar atau BJT

Transistor Bipolar adalah transistor yang memerlukan perpindahan muatan yang dibawanya berupa elektron pada kutub negatif untuk mengisi kekurangan elektron di kutub positif. Jenis transistor Bipolar ini sering juga disebut BJT (Bipolar Junction Transistor).

Transistor BJT di kelompokkan 2 jenis, yaitu:

  • Transistor NPN

Arus listrik pada transistor NPN ini tergolong kecil. Tegangan positif di terminal dasar dipakai untuk mengendalikan tegangan dan arus listrik yang sumbernya dari kolektor yang menuju ke emitor justru akan lebih besar.

  • Transistor PNP

Transistor ini memakan arus yang kecil. Tegangan negatif pada terminal dasar dipakai sebagai pengendali tegangan, dan listrik yang berasal dari emitor ke kolektor menjadi lebih besar.

Field-Effect Transistor (FET)

Transistor ini juga disebut sebagai Transistor Efek Medan atau Unipolar. Terdapat 2 tipe pada transistor unipolar yaitu channel N dan Channel P. Transistor ini memakai aliran listrik untuk mengendalikan tingkat konduktifitas. Hal ini, medan listrik yang dimaksud yaitu tegangan listrik pada terminal G. Yang fungsinya sebagai pengendali tegangan dan aliran listrik yang berasal dari terminal D ke terminal S.

Single Electron Transistor

Single Electron Transistor atau bisa disebut juga dengan Transistor Elektron Tunggal adalah transistor yang bisa merekam sinyal memakai 1 atau sebagian kecil elektron. Berkembangnya teknologi etsa semikondukto dan integrasi sirkuit (IC) terpadu berskala besar menjadikan nilainya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT)

Insulated Gate Bipolar Transistor adalah transistor yang mempunyai keunggulan berupa kemampua untuk menggabungkan teknologi Giant Transistor-GTR dan Power MOSFET.

Transistor ini mempunyai karakter yang sesuai dengan dipakai yang kebutuhan. IGBT juga memiliki 3 terminal yaitu gerbang, kolektor dan emitor.

Giant Transistor (GTR)

Giant transistor adalah transistor sambungan bipolar (BJT) yang di khusus untuk pemakaian tegangan tinggi dan pada arus tinggi. Perangkat ini juga sering disebut dengan BJT daya. Transistor ini mempunyai karakteristik switching yang bagus, daya gerak yang tinggi, tetapi mempunyai sirkuit penggerak yang rumit.

Kata Penutup

Demikian sedikit informasi dari teknowarta tentang Pengertian, Kegunaan dan cara kerja transistor. semoga bermanfaat sekian dan terimakasih.

Check Also

Rekomendasi Speaker Aktif Yang Bagus

Rekomendasi Speaker Aktif Yang Bagus

Rekomendasi Speaker Aktif yang bagus – Speaker aktif adalah salah satu perangkat audio yang sudah mempunyai …