Komponen Penangkal Petir

Komponen Penangkal Petir Dan Cara Kerjanya

Komponen Penangkal Petir Dan Cara Kerjanya – Ya semua dari kita pasti pernah mendenger suara petir yang kadang mengagetkan dengan kilatan cahaya yang juga mengikutinya. Petir juga berbahaya jika menyambar kita atau benda, seperti yang kita tahu petir mengandung tegangan listrik yang sangat tinggi.

Walau begitu petir ternyata ada pengkalnya yang biasanya dipasang di atas gedung atau bangunan. Nah jika dahulu penangkal petir lumayan sulit untuk didapatkan karena harganya. Sekarang penagkal petir sudah terjangkau seiring banyak juga produsen yang memproduksinya.

Dan pemasangannya juga mudah, jika kamu berniat untuk memasang penangkal petir ada baiknya kamu mengenal penagkal petir lebih dalam terlebih dahulu. Pada artikel kali ini teknowarta akan menjalaskan tentang semua yang berhungan dengan penagkal petir. Lebih jelasnya silahkan simak rangkuman berikut ini.

Apa Yang Dimaksud Dengan Penangkal Petir

Penangkal petir merupakan sebuah perangkat sederhana yang berupa batang panjang berbentuk tombak yang terbuat dari bahan logam dan kabel. Komponen utama pada perangkat ini terdapat 3 bagian, yaitu splitzen, kawat konduktor, dan grounding.

Rangkaian pada penagkal petir merupakan sebuah jalur untuk arus listrik yang terdapat pada petir yang kemudian diteruskan ke permukaan tanah. Tidak heran penangkal petir sering pasang pada gedung gedung yang tinggi karena bangunan tersebut mempunyai ketinggian yang tinggi sehingga mempunyai jarak yang dekat dengan langit sehingga rentan terkenan sambaran petir.

Fungsi Penangkal Petir

Seperti namanya yang berarti menghindar atau mengelak sambaran petir, Fungsi utama dari penangkal petir yaitu sebagai wadah untuk menghantar listrik dari petir yang kemudian diteruskan ke wadah lain contohnya seperti tanah. Selain sebagai wadah untuk menghantar listrik dari petir, penangkal petir juga bisa untuk meredam efek dari sambaran petir yang berbahaya. Dan juga mencegah terjadi konslet pada aliran listrik ketika cuaca buruk dan banyak petir.

Cara Kerja Penangkal Petir

Cara kerja dari penangkal petir yaitu sebagai penangkap atau pengalih sambaran petir supaya tidak menyambar seseorang atau benda benda lain.

Cara kerja penangkal petir sendiri adalah sebagai pelindung dari luar kepada bangunan atau benda lainya dari sambaran petir secara langsung. Dengan begitu, penangkal petir haruslah dipasang di atap atau dibagian paling tinggi sebuah bangunan atau benda yang memerlukan perlindungi dari sambaran petir, yang tugasnya untuk menangkap dan melepasan petir ke tanah dengan aman.

Dengan menangkap aliran listrik yang dihasilkan oleh sambaran petir, maka penangkal petir mempunyai ujung yang terbuat dari logam, yang dihubungkan ke jalur konduksi ke sistem pembumian impendansi rendah yang mana pelepasan petir tersebut bisa menghilangkan tegangan listrik dari sambaran petir.

Pada saat terjadi badai, tegangan tinggi akan terjadi antara awan dan bumi karena banyaknya muatan listrik yang terdapat pada dasar awan dan tanah. Tegangan tinggi ini yang akan menjadikan pemicu untuk memulai turunan balok, yang akan menyebabkan pengeboran udara dielektrik antara awan dan tanah.

Sedangkan yang dikutip dari How Stuff Works, fungsi sebenarnya perangkat ini adalah bukan untuk mencegah datangnya petir. Alat ini justru akan menangkap muatan listrik pada petir untuk kemudian disalurkan ke dalam tanah.

Ketika terjadinya petir, muatan negatif di bawah awan yang cukup banyak, akan menarik muatan positif dari tanah. Muatan listrik akan naik lewat kabel konduktor ke ujung batang penangkal petir. Saat muatan negatif tersebut sudah cukup dekat dengan atap, daya tarik menarik antara keduanya akan semakin menguat.

Pertemuan antara kedua muatan tersebuta akan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik ini lah yang akan mengalir ke dalam tanah lewat kabel konduktor, sehingga sambaran petir tidak akan langsung mengenai bangunan tersebut. Tetapi, sambaran petir masih bisa terjadi lewat kawat jaringan listrik dan bisa merusak alat alat elektronik pada bangunan yang terhubung dengan jaringan listrik tersebut. Ini juga bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran atau ledakan.

Komponen Penangkal Petir

Beberapa Komponen Penangkal Petir yang bisa kamu ketahui seperti:

1) Air Terminal atau Head

Air terminal atau head merupakan bagian yang berada di bagian paling ujung atas. Pada penangkal konvensional, bentuknya mirip seperti ujung pada tombak Sementara, dan pada penangkal elektrostatis head nya cenderung berbentuk mirip seperti payung. Fungsi air terminal ini untuk dijadikan sasaran sambaran petir, sehingga petir akan langsung menyambarnya.

2) Konduktor

Konduktor merupakan sebuah kabel yang fungsinya sebagai penyalur tenaga yang tertangkap oleh air terminal menuju ke grounding.

3) Grounding

Grounding merupakan bagian dari penangkal petir yang posisinya berada di dalam tanah. Pembuatan dan penempatan grounding juga tidak boleh terlalu dekat dengan bangunan seperti rumah contohnya.

Tipe Penangkal Petir

Terdapat beberapa tipe penangkal petir untuk saat ini, ketika ingin memasang penangkal petir, ada baiknya kamu mengetahui tipe tipenya supaya kamu tahu mana yang cocok dengan kebutuhan kamu. Terdapat 3 tipe untuk penangkal petir, yaitu penangkal konvensional, penangkal elektrostatis dan Penangkal Petir Radioaktif. Berikut penjelasan untuk tipe tipenya.

A) Penangkal Petir Konvensional

Penangkal petri konvensional ini biasanya hanya menunggu petir datang untuk menyambung ujung penangkal. Prinsip kerjanya yaitu menagkap petir secara pasif. Dengan bentuk seperti tiang dan membutuhkan kabel konduktor. Karena sifatnya pasif, bangunan dengan area yang luas sering memakai beberapa penangkal petir sekaligus pada atapnya. Pemasangannya juga bisa di mana saja, idealnya di pasang pada bangunan dengan area yang sempit, seperti rumah.

B) Penangkal Petir Elektrostatis

Dengan memakai sistem E.S.E. atau Early Streamer Emission menjadikan penangkal ini lebih aktif dalam menangkap petir. Pada perangkat ini mempunyai salah 1 elemen tambahan, yaitu head terminal yang berisi muatan listrik statis di bagian ujung finial atau splitzen. Head mampu menyimpan ion-ion positif dengan jumlah yang cukup besar yang berasal dari dalam tanah. Di ibarat seperti magnet, head akan menarik ion-ion negatif yang ada di awan sebelum ion-ion tersebut menjadi petir.

Alat ini juga dipasang ditempat yang tinggi supaya bisa melindungi area yang lebih luas dan juga penangkal ini tidak membutuhkan kabel. Semakin tinggi pemasangan head terminal, semakin luas juga jangkauan area yang bisa terlindungi. Serta bisa dipasang dan diaplikasikan dimana saja. Idealnya dpasang di bangunan yang mempunyai area yang luas, seperti rumah bertingkat, kawasan industri, gedung pencakar langitdan, dan perkebunan, karena menjangkau bisa mencapai radius lebih dari 50 sampai 150 Meter.

C) Penangkal Petir Radioaktif

Penangkal petir tipe ini dilarang pemakaiannya berdasarkan kesepakatan internasional karena memakai zat radioaktif yang bisa menganggu makhluk hidup dan juga bisa memunculkan bencana dari zat radioaktif yang dipakai.

Cara kerja dari penangkal petir ini yaitu dengan netralisasi ion dengan memakai bahan radio station aktif. Penangkal ini mampu memperlambat sistem ionisasi yang dimainkan dengan memakai zat radioaktif seperti Radiun 226 dan Amersium 241. Ini bisa menetralkan muatan listrik yang ada di awan. Tetapi penagkal jenis ini tidak disarankan untuk dipakai.

Kata Penutup

Demikian informasi yang teknowarta sampaikan tentang Komponen Penangkal Petir Dan Cara Kerjanya. Sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.