Alat – Alat Fiber Optic Beserta Dengan Fungsinya

Alat – Alat Fiber Optic Beserta Dengan Fungsinya – Teknologi dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan yang signifikan, ini membuat orang orang ingin bisa melakukan berbagai aktivitas secara cepat dan mudah.

Keberadaan alat-alat fiber optic ini yang biasa digunakan untuk semua keperluan dari instalasi atau penerapan fiber optic yang bisa menjadi salah satu teknologi yang memungkinkan kamu mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Yaitu dalam melakukan transmisi data. Yang kecepatannya bahkan lebih baik daripada kabel tembaga.

Bagian-Bagian Utama Fiber Optic

Beberapa kelebihan dari fiber optic pastinya juga didukung oleh beberapa bagian penting dari kabel fiber optic itu sendiri. Beberapa bagian utama dari fiber optic diantaranya adalah.

Core (Inti)

Core merupakan bagian penting dari fiber optic yang berfungsi untuk mentransmisikan cahaya yang terbuat dari bahan kaca atau plastik. Semakin besar Core, semakin banyak juga cahaya yang dapat ditransmisikan ke dalam fiber.

Cladding

Cladding merupakan bagian dari fiber optic yang mengelilingi Core. Cladding berfungsi untuk memantulkan gelombang cahaya untuk kembali ke Core.

Coating (Pelapisan)

Coating merupakan bagian dari fiber optic yang terdiri dari beberapa lapis plastik berguna untuk menjaga kekuatan serat, menyerap goncangan, dan memberikan perlindungan ekstra kepada fiber. Dimana pada bagian lapisan penyangga terdiri dari 250 mikron hingga 900 mikron yang berfungsi sebagai pelindung fiber dari risiko kerusakan dan kelembaban.

Outer Jacket

Outer jacket merupakan bagian dari fiber optic yang berfungsi sebagai pelindung serat optic pada sebuah kabel serat optic.

Banyak Digunakan Pada Perusahaan Dan Pemerintahan Besar

Kemampuan serat optik yang dapat menlakukan transmisi data dengan cepat, tentu akan sangat dibutuhkan. Terutama perusahaan atau pemerintahan besar. Yang dimana semua aktivitasnya harus dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu, pemakaian serat optik menjadi sebuah pilihan yang tepat.

Selain karena proses transmisi data yang lebih cepat, juga rendah gangguan yang terjadi. Hambatan yang terjadi pada sebuah perusahaan atau pemerintahan tentunya akan mengganggu semua sistem yang ada. Dengan begitu, penggunan serat optik akan lebih baik dalam melancarkan pekerjaan baik di perusahaan atau pemerintahan tersebut.

Pilihan Pemasangan Fiber Optic

Untuk kamu yang ingin memakai fiber optic, terdapat beberapa pilihan yang tersedia dan bisa kamu pilih ketika akan memasangnya. Pilihan tersebut diantaranya.

Fiber To The Home (FTTH), Pilihan fiber optic ini bisa sampai ke rumah-rumah pelanggannya.

Fiber To The Office (FTTO), Fiber optic ini biasanya dipakai di perkantoran.

Fiber To The Building (FTTB), Fiber optic ini bisa sampai ke gedung-gedung.

Fiber To The Curb (FTTC), Fiber optic ini dapat dibawa ke operator node yang berada dekat dengan pengguna.

Fiber To The Node (FTTN), Fiber optic inilah yang dibawa ke node terdekat pada bagian sisi sentral.

Alat-Alat Fiber Optic atau Toolkit Fiber Optic Beserta Dengan Fungsinya

Terdapat beberapa macam alat – alat fiber optic yang mempunyai fungsinya masing-masing. Berikut beberapa alat-alat tersebut.

1. Fusion Splicer Fiber Optic

Fusion Splicer

Fusion splicer juga dikenal sebagai alat penyambung serat optik adalah salah satu alat yang dipakai untuk menyambung sebuah core serat optik, yang dimana serat tersebut terbuat bahan kaca, dan mengimplementasikan sebuah daya listrik yang sudah dirubah menjadi sinar berbentuk laser.

Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanaskan core yang terputus sehingga dapat tersambung lagi dengan baik. Perlu diketahui, fusion splicer diharuskan mempunyai keakuratan yang tinggi, bertujuan untuk menghasilkan penyambungan yang sempurna, karena ketika sedang melakukan penyambungan akan terjadi sebuah proses pengelasan kaca dan peleburan kaca yang akan menghasilkan sebuah media, yang dimana media tersebut akan tersambung dengan baik tanpa ada celah, ini karena media tersebut mempunyai senyawa yang sama.

2. Stripper Atau Miller

Stripper Atau Miller

Sama seperti kabel – kabel yang lain, seperti kabel UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat untuk memotong dan mengupas kulit serta kabel.

3. Cleaver

Cleaver

Cleaver Tools berfungsi untuk memotong core yang kulitnya sudah dikupas, perlu diketahu bahwa pemotongan core wajib memakai Cleaver, karena serat kaca akan terpotong dengan rapih. Kerapihan ketika memotong core juga akan mempengaruhi hasil penyambungan nantinya.

4. Optical Power Meter (OPM)

Optical Power Meter (OPM)

Alat ini mempunyai fungsi sebagai pemeriksa kekuatan daya dari signal cahaya yang masuk, OPM juga mempunyai interface FC yang terhubung langsung dengan pathcore FC. Untuk kalian yang belum mengetahui tentang rumus yang dipakai dalam melakukan proses ini, berikut merupakan rumusnya

(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

OTDR adalah alat yang dipakai untuk mendeteksi komunitas atau himpunan pada kabel fiber optic dalam jarak tertentu, dengan adanya alat ini diharapkan bisa menghasilkan jarak dari kedua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. Sehingga dalam menemukan troubleshooting bisa dilakukan dengan baik, karena alat ini akan sangat membantu dalam menemukan letak lokasi gangguan yang sedang terjadi. Alat OTDR sendiri juga biasanya dipakai untuk mendeteksi Kabel Crack, letak core yang putus, Putus kabel atau untuk melakukan bending

6. Light Source

Light Source Fiber Optic

Alat ini berfungsi sebagai pemberi signal untuk jalur yang nantinya akan dilalui, misal untuk mengukur redaman jalur atau end to end yang mana Light Source akan berfungsi sebagai media pemberi signal-nya.

7. Optical Fiber Identifier

Optical Fiber Identifier

Alat ini mempunyai fungsi sebagai pemberi tahu arah signal dengan penunjukkan arah dan besaran daya yang di laluinya.

8. Visual Fault Locator

Visual Fault Locator Fiber Optic

Alat ini sering juga disebut sebagai Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya sebagai pengetes core fiber optic. Laser nantinya akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optic dari POP hingga Ke User (end to end), jika core tidak mengalami masalah maka laser akan sampai pada titik tujuan.

9. Bit Error Rate Test

Bit Error Rate Test

Alat ini mempunyai fungsi sebagai pemeriksa koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) dimana jaringan TDM pada aplikasinya yaitu layanan Clear Channel yang sedang dicoba untuk di uraikan penulis. Secara spesifik BER TES berfungsi sebagai pemeriksa dan pengberitahu TX atau RX yang error, lewat pengiriman paket dan lup

10. Fiber Optic Adapter

Fiber Optik Adapter adalah komponen yang dipakai dalam melakukan penyambungan kabel fiber optik 1 dengan kabel fiber optic yang lain. Jika penyambungan kabel fiber optic dilakukan dengan kabel fiber optik yang mempunyai konektor berbeda, maka diperlukan fiber optik adapter sebagai penyambung dua kabel fiber optic yang sudah mempunyai konektor.

Jenis – Jenis Fiber Optik Adapter

Fiber Optic Adapter

FC Fiber optik Adapter

Jenis fiber optik adapter ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada 3 jenis bentuk/type fiber optik yaitu FC adapter tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter mempunyai rumah (housing) dari logam dan Lengan (Sleeves) dari keramik.

SC Adapter Fiber Optik

Jenis fiber optik adaptor ini tersedia dalam jenis single mode, multimode, Simplex dan duplex. SC fiber optik adapter dilengkapi dengan rumah (housing) dari plastik, dan mempunyai beberapa varian warna, seperti:

  1. biru untuk PC single mode
  2. hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC

Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara itu untuk single mode adapter mempunyai lengan zirkonia dan untuk serat multimode adaptor mempunyai lengan perunggu.

LC Fiber Optik Adapter

Adapter fiber optik LC semua mempunyai rumah (housing) dari plastic, Adapter fiber optik LC juga tersedia untuk simpleks LC adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC dengan warna sama dengan fiber optik SC adapter biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. Fiber optik adapter LC mempunyai lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.

ST Fiber Optik Adapter

Fiber Optik ST adapter semua jenisnya mempunyai ulir, dengan rumah (housing) dari logam, yang single mode mempunyai lengan zirkonia dan untuk multimode mempunyai lengan perunggu.

11. Splitter Optic

Splitter Optic

Splitter adalah komponen yang mempunyai sifat pasif dan bisa memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau dari beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif karena optimasi tidak dilakukan kepada daya yang dipakai terhadap pelanggan yang mempunyai jarak yang berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan kerjanya yaitu membagi daya optic secara sama rata.

Berikut ini adalah jenis-jenis splitter:

1 : 2 (tanpa back up)

1 : 4 (tanpa back up)

1 : 8 (tanpa back up)

1 : 16 (tanpa back up)

1 : 32 (tanpa back up)

2 : 2 (dengan back up)

2 : 4 (dengan back up)

2 : 8 (dengan back up)

2 : 16 (dengan back up)

2 : 32 (dengan back up)

12. Fiber Node

Fiber Node

Fiber node adalah suatu titik terminal antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node merupakan perangkat opto elektronik yang mempunyai fungsi sebagai pengubah sinyal optik dari distribution hub menjadi sinyal elektrik yang nantinya akan diteruskan ke rumah rumah pelanggan lewat kabel koaksial.

Fiber node sendiri merupakan salah satu device yang mempunyai hubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak dipakai pada sistem jaringan TV Kabel.

13. Pigtail Fiber Optic

Pigtail Fiber Optic

Pigtail fiber optic adalah sepotong kabel yang hanya mempunyai 1 buah konektor diujungnya, pigtail nantinya akan disambung dengan kabel fiber yang belum mempunyai konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung atau splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable).

14. Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box, mempunyai fungsi untuk pendistribusian fiber seperti FDF yang mampu menampung maksimaml 72 core. Optical Terminal Box juga dipakai untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun atau outdoor dan patchcord. OTB bisa dipasang di dinding atau tiang.

15. Joint Closure Optic

Joint Closure Optic

Joint Closure adalah sebuah box atau tempat untuk meletakkan hasil sambungan fiber optic. Contoh: Jika terdapat kebel fiber optic yang putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut akan di sambung/splicing dan hasil splicingan tersebut akan di taruh di Closure.

Kapasitas Closure sendiri ber variasi mulai dari closure 6 core, 12core, 24core, 48core sampai closure 256core.